Tips Memelihara Ikan Cupang

Halo pembaca.. Apakah anda sudah siap memelihara ikan cupang? Baiklah. Artikel ini saya tulis untuk berbagi pengalaman, bagaimana memelihara ikan cupang dengan baik dan bijaksana. :D
Sekedar cerita, Saya pernah dua kali memelihara ikan cupang berjenis Hector betta splendens, semuanya tumbuh sehat dan gemuk. Tapi, sudah meninggal. (Tenang2 bukan berarti saya akan memberikan artikel sesat yang bisa membunuh cupang teman-teman). Ikan saya yang pertama bernama cipo, mati karena tak tinggal pulang kampung dan gak ada yang merawat dikos (maafkan aku cipo :’( ). Kriwil, ikan cupangku yang kedua, diculik oleh gak tau siapa. Sebenarnya aku curiga sama cicak. Tapi gak mungkin juga mana ada cicak makan ikan ya. Hehe.. Kayaknya cupangku diculik tikus deh, maklum kosan mahasiswa banyak tikusnya. It’s still mistery.
Langsung saja
Tips memelihara ikan cupang.
Sebelumnya, teman-teman harus tahu tentang ikan cupang terlebih dahulu.
Ada tiga macam ikan cupang:
  1. Cupang hias
  2. Cupang petarung
  3. Cupang liar
  • Tentukan jenis ikan cupang yang akan teman pelihara.
  • Ikan cupang termasuk jenis hewan teritorial. Jadi, cupang bersifat individual. Khususnya ikan cupang petarung. Ini berarti, pemeliharaan ikan cupang harus dalam tempat yang khusus. Jangan coba untuk menggabungkan ikan cupang dengan cupang lain atau dengan ikan lainnya. Cupang akan saling menyerang dan hal tersebut dapat melukai cupang Anda. Akibatnya, keindahan cupang Anda pun berkurang.
  • Ikan cupang termasuk ikan yang hebat karena ikan cupang dapat hidup dalam lingkungan yang kurang udara. Jadi, walaupun Anda tidak memasang sirkulator dalam akuarium, Anda tidak perlu khawatir. Namun ingat, kabersihan kandang ikan cupang harus tetap dijaga. Karena kotoran cupang maupun sisa makanan dapat mencemarkan air. Akibatnya, ikan Anda dapat mati.
  • Menurut teori belajar conditional, sifat hewan dapat dibentuk dari pembiasaan. Jika anda membiasakan cupang anda untuk makan 2 kali sehari, membersihkan akuarium setiap hari, maka cupang anda kan terbiasa dengan itu. Jadi, berhati-hatilah dalam memelihara cupang. Walaupun, anda sangat mencintai cupang anda, bukan berarti cupang anda harus selalu di makan 6 kali sehari. Nanti cupang Anda jadi manja, dan tidak dapat bertahan lama jika Anda tinggal (Berdasarkan pengelaman memanjakan cipo). -_-
Menurut pengalaman saya dalam memelihara ikan cupang sebagai berikut:
  1. Beri makan ikan cupang berupa jentik-jentik nyamuk. Jentik nyamuk merupakan makan yang sehat bagi cupang. Ikan cupang anda akan sangat bersemangat dalam makan. Tetapi porsi makannya harus anda atur, cukup dua kali sehari dengan beberapa jentik nyamuk saja karena ikan cupang akan terus makan sebanyak apapun jentik nyamuk tersebut anda berikan. Nah, cara mendapatkan jentik nyamuk ini nih yang agak sulit. Dulu saya mengambil jentik nyamuk di bak mandi kos. Setiap beberapa lama bak mandi kos belum dikuras, pasti ada banyak jentik nyamuk dipojokan bak kosku.
  2. Selalu bersihkan tempat cupang anda, perhatikan kebersihan kandang. Pembersihan kandang dapat dilakukan dua kali sehari.
  3. Ajak refresing cupang anda. Setiap hari selama kira-kira 15-30 jam jemur ikan dalam cahaya matahari agar ikan anda fresh, giras, dan aktif. Warna ikan anda pun akan terlihat lebih bagus.
  4. Ini yang sering saya lakukan, mengajak cupangku berbincang Hehe. Sekedar untuk mendekatkan diri dengan peliharaan kita. Just try it and you can find that it’s really fun. Mengajak bicara peliharaan bukanlah tindakan gila teman. Selain sebagai media keakraban, cara ini juga bermanfaat untuk menurunkan tingkat kestreesan Anda dan media relaksasi.
 Semoga bermanfaat :)

Sumber : https://imulimul.wordpress.com/2014/05/14/tips-memelihara-ikan-cupang/

Tips memelihara Ikan Nila


Budidaya ikan nila tidaklah sulit. Ikan nila masih satu kerabat dengan ikan mujair. Kedua ikan ini mempunyai kemiripan sifat. Mudah berkembang biak dan mempunyai kemampuan adaptasi yang baik.
Di alam bebas, ikan nila banyak ditemukan di perairan air tawar seperti sungai, danau, waduk dan rawa. Suhu optimal bagi pertumbuhan ikan nila berkisar 25-30oC dengan pH air 7-8.
Ikan nila termasuk hewan pemakan segala atau omnivora. Makanan alaminya plankton, plankton, tumbuhan air dan berbagai hewan air lainnya. Pakan buatan untuk budidaya ikan nila sebaiknya berkadar protein sekitar 25%.  Biaya pakan untuk budidaya ikan nila relatif lebih murah. Tidak seperti budidaya ikan mas atau ikan lele yang membutuhkan pakan dengan kadar protein tinggi,  sekitar 30-45%.
Untuk memulai budidaya ikan nila ada beberapa faktor penting yang harus diperhatikan, yakni pemilihan benih, persiapan kolam, pemberian pakan, hingga penanganan penyakit.

Memilih benih ikan nila

Pemilihan benih merupakan faktor penting yang menentukan tingkat keberhasilan budidaya ikan nila. Untuk hasil maksimal sebaiknya gunakan benih ikan berjenis kelamin jantan. Karena pertumbuhan ikan nila jantan 40% lebih cepat dari pada ikan nila betina.

Budidaya ikan nila secara monosex (berkelamin semua) lebih produktif dibanding campuran. Karena ikan nila mempunyai sifat gampang memijah (melakukan perkawinan). Sehingga bila budidaya dilakukan secara campuran, energi ikan akan habis untuk memijah dan pertumbuhan bobot ikan sedikit terhambat.
Saat ini banyak yang menyediakan bibit ikan nila monosex. Bila sulit mendapatkannya, bibit ikan nila monosex bisa dibuat sendiri. Caranya bisa dilihat dalam artikel budidaya pembenihan ikan nila.

Persiapan kolam budidaya

Budidaya ikan nila bisa menggunakan berbagai jenis kolam, mulai dari kolam tanah, kolam semen, kolam terpal, jaring terapung hingga tambak air payau. Dari sekian jenis kolam tersebut, kolam tanah paling banyak digunakan karena cara membuatnya cukup mudah dan biaya konstruksinya murah.

Keunggulan lain kolam tanah adalah bisa menjadi tempat tumbuh berbagai tumbuhan dan hewan yang bermanfaat sebagai pakan alami bagi ikan. Sehingga bisa mengurangi biaya pembelian pakan buatan atau pelet.
Untuk memulai budidaya ikan nila di kolam tanah, perlu langkah-langkah persiapan pengolahan tanah. Mulai dari penjemuran, pembajakan tanah, pengapuran, pemupukan hingga pengairan. Berikut langkah-langkahnya:
  • Langkah pertama adalah pengeringan dasar kolam. Kolam dikeringkan dengan cara dijemur. Penjemuran biasanya berlangsung selama 3-7 hari, tergantung kondisi cuaca. Sebagai patokan, penjemuran sudah cukup bila permukaan tanah terlihat retak-retak, namun tidak sampai membatu. Bila diinjak masih meninggalkan jejak kaki sedalam 1-2 cm.
  • Selanjutnya, permukaan tanah dibajak atau dicangkul sedalam kurang lebih 10 cm. Sampah, kerikil dan kotoran lainnya dibersihkan dari dasar kolam. Bersihkan juga lumpur hitam yang berbau busuk, biasanya berasal dari sisa pakan yang tidak habis.
  • Kolam yang telah dipakai biasanya memiliki tingkat keasaman tinggi (pH rendah), kurang dari 6. Padahal kondisi pH optimal untuk budidaya ikan nila ada pada kisaran 7-8. Untuk menetralkannya lakukan pengapuran dengan dolomit atau kapur pertanian. Dosis pengapuran disesuaikan dengan keasaman tanah. Untuk pH tanah 6 sebanyak 500 kg/ha, untuk pH tanah 5-6 sebanyak 500-1500 kg/ha, untuk pH tanah 4-5 sebanyak 1-3 ton/ha. Kapur diaduk secara merata. Usahakan agar kapur bisa masuk ke dalam permukaan tanah sedalam 10 cm. Kemudian diamkan selama 2-3 hari.
  • Setelah itu lakukan pemupukan. Gunakan pupuk organik  sebagai pupuk dasar. Jenisnya bisa pupuk kompos atau pupuk kandang. Pemberian pupuk organik berguna untuk mengembalikan kesuburan tanah. Dosisnya sebanyak 1-2 ton per hektar. Pupuk ditebar merata di dasar kolam. Biarkan selama 1-2 minggu. Setelah itu, bila dipandang perlu bisa ditambahkan pupuk kimia berupa urea 50-70 kg/ha dan TSP 25-30 kg/ha, diamkan 1-2 hari. Tujuan pemupukan untuk memberikan nutrisi bagi hewan dan tumbuhan renik yang ada di lingkungan kolam. Sehingga hewan atau tumbuhan tersebut bisa dimanfaatkan sebagai pakan alami ikan.
  • Langkah selanjutnya, kolam digenangi dengan air. Pengairan dilakukan secara bertahap. Pertama, alirkan air ke dalam kolam sedalam 10-20 cm. Diamkan selama 3-5 hari. Biarkan sinar matahari menembus dasar kolam dengan sempurna, untuk memberikan kesempatan pada ganggag atau organisme air lainnya tumbuh. Setelah itu isi kolam hingga ketinggian air mencapai 60-75 cm.

Penebaran benih ikan nila

Kolam yang telah terisi air sedalam 60-75 cm siap untuk ditebari benih ikan nila. Padat tebar kolam tanah untuk budidaya ikan nila sebanyak 15-30 ekor/m2. Dengan asumsi, ukuran benih sebesar 10-20 gram/ekor dan akan dipanen dengan ukuran 300 gram/ekor.
Sebelum benih ditebar, hendaknya melewati tahap adaptasi terlebih dahulu. Gunanya agar benih ikan terbiasa dengan kondisi kolam, sehingga resiko kematian benih bisa ditekan. Caranya, masukkan wadah yang berisi benih ikan nila ke dalam air kolam. Biarkan selama beberapa jam. Kemudian miringkan atau buka wadah tersebut. Biarkan ikan keluar dan lepas dengan sendirinya.

Pemeliharaan budidaya ikan nila

Setelah semua persiapan selesai dilakukan dan benih sudah ditebarkan ke dalam kolam, langkah selanjutnya adalah merawat ikan hingga usia panen. Tiga hal yang paling penting dalam pemeliharaan budidaya ikan nila adalah pengelolaan air, pemberian pakan dan pengendalian hama penyakit.

a. Pengelolaan air

Agar pertumbuhan budidaya ikan nila maksimal, pantau kualitas air kolam. Parameter penentu kualitas air adalah kandungan oksigen dan pH air. Bisa juga dilakukan pemantauan kadar CO2, NH3 dan H2S bila memungkinkan.
Bila kandungan oksigen dalam kolam menurun, perderas sirkulasi air dengan memperbesar aliran debit air. Bila kolam sudah banyak mengandung NH3 dan H2S yang ditandai dengan bau busuk, segera lakukan penggantian air. Caranya dengan mengeluarkan air kotor sebesar ⅓ nya, kemudian menambahkan air baru. Dalam keadaan normal,pada kolam seluas 100 m2 atur debit air sebesar 1 liter/detik.

b. Pemberian pakan

Pengelolaan pakan sangat penting dalam budidaya ikan nila. Biaya pakan merupakan komponen biaya paling besar dalam budidaya ikan nila. Berikan pakan berupa pelet dengan kadar protein 20-30%.
Ikan nila membutuhkan pakan sebanyak 3% dari bobot tubuhnya setiap hari. Pemberian pakan bisa dilakukan pada pagi dan sore hari. Setiap dua minggu sekali, ambil sampel ikan nila secara acak kemudian timbang bobotnya. Lalu sesuaikan jumlah pakan yang harus diberikan.
Perhitungan dosis pakan budidaya ikan nila:
Dalam satu kolam terdapat 1500 ekor ikan nila berukuran 10-20 gram/ekor.
Rata-rata bobot ikan → (10+20)/2 = 15 gram/ekor.
Perhitungan pakannya → 15 x 1500 x 3% = 675 gram = 6,75 kg per hari
Cek bobot ikan setiap dua minggu untuk menyesuaikan jumlah pakan.

c. Pengendalian hama dan penyakit

Seperti telah disebutkan sebelumnya, ikan nila merupakan ikan yang tahan banting. Pada situasi normal, penyakit ikan nila tidak banyak mengkhawatirkan. Namun bila budidaya ikan nila sudah dilakukan secara intensif dan massal, resiko serangan penyakit harus diwaspadai.
Penyebaran penyakit ikan sangat cepat, khususnya untuk jenis penyakit infeksi yang menular. Media penularan biasanya melewati air. Jadi bisa menjangkau satu atau lebih kawasan kolam. Untuk penjelasan lebih jauh silahkan baca hama dan penyakit ikan nila.

Pemanenan ikan nila

Waktu yang diperlukan untuk budidaya ikan nila mulai dari penebaran benih hingga panen mengacu pada kebutuhan pasar. Ukuran ikan nila untuk pasar domestik berkisar 300-500 gram/ekor. Untuk memelihara ikan nila dari ukuran 10-20 gram hingga menjadi 300-500 gram dibutuhkan waktu sekitar 4-6 bulan.

Cara Budidaya Ikan Mujair

Ikan mujair adalah ikan untuk konsumsi yang hidup di air tawar. Cirinya badan berbentuk pipih hitam, abu-abu, atau coklat. Ikan ini dinamakan Mujair sebab orang pertama yang menemukan ikan ini adalah Bapak Mujair di muara sungai serang Blitar Jawa Timur pada tahun 1939. Ikan Mujair sendiri aslinya berasal dari perairan Afrika.

Ikan Mujair pertumbuhannya sangat cepat, tentu ini sangat bagus untuk usaha budidaya ikan mujair. Namun setelah dewasa percepatan pertumbuhannya berkurang. Ikan Mujair panjangnya dapat mencapai 40 cm. Ikan Mujair bermanfaat sebagai penyediaan protein hewani.
Jika anda minim lahan dan minim modal, anda bisa mencoba budidaya ikan Mujair dengan kolam terpal.
Jika menggunakan kolam tanah, anda perlu memperhatikan factor lokasi. Lokasi yang bagus untuk kolam ikan mujair adalah sebagai berikut :
  1. Tanah yang bagus untuk membuat kolam ikan adalah tanah liat dan tidak berporos. Kenapa ? sebab tanah jenis ini dapat menampung air yang besar dan tidak bocor.
  2. Untuk memudahkan pengairan kolam secara grafitasi buat kemiringan antara 3 – 5 %.
  3. Ikan mujair dapat tumbuh normal, jika lokasi pemeliharaan berada pada ketinggian antara 150-1000 m dpl.
  4. Air harus bersih, artinya tidak tercemar limbah atau racun dan tidak keruh.
  5. Perkambangan ikan mujair sangat baik jika aira kolam dapat terus mengalir. Ini perlu di buatkan saluran keluar masuk air.
  6. Suhu air yang baik berkisar antara 20-25 derajat C.


Budidaya ikan mujair

Persiapan Media
Dalam menyiapkan media pemeliharaan ini, yang perlu dilakukan adalah pengeringan kolam selama beberapa hari, lalu dilakukan pengapuran untuk memberantas hama dan ikan-ikan liar sebanyak 25-200 gram/meter persegi, diberi pemupukan berupa pupuk buatan, yaitu urea dan TSP masing- masing dengan dosis 50-700 gram/meter persegi, bisa juga ditambahkan pupuk buatan yang berupa urea dan TSP masing-masing dengan dosis 15 gram dan 10 gram/meter persegi.
Pemupukan
Bukan hanya tanaman saja yang perlu pemupukan, busisaya ikan mujair juga perlu pemupukan. Pemupukan kolam bertujuan untuk meningkatkan dan produktivitas kolam, yaitu dengan cara merangsang pertumbuhan makanan alami sebanyak-banyaknya. Pupuk yang biasa digunakan adalah pupuk kandang atau pupuk hijau dengan dosis 50–700 gram/m²
Pakan Untuk Pembesaran
Apabila tingkat produkivitas dan kesuburan kolam sudah semakin berkurang, maka bisa diberikan makanan tambahan dengan komposisi sebagai berikut: tepung ikan 25%, tepung kopra 10% dan dedak halus sebesar 65%. Komposisi ransum ini digunakan dalam usaha budidaya ikan munjair secara komersial.
Dapat juga diberi makanan yang berupa pellet yang berkadar protein 20-30% dengan dosis 2-3% dari berat populasi per hari, diberikan sebanyak dua kali per hari yaitu pada pagi dan sore hari. Disamping itu juga kondisi pakan dalam perairan tersebut sesuai dengan dosis atau ketentuan yang ada. Yaitu selain pakan dari media dasar juga perlu diberi makanan tambahan berupa hancuran pellet atau remah dengan dosis 10% dari berat populasi per hari. Pemberiannya 2-3 kali/hari.
Sebenarnya pakan muajir sangat mudah. Sisa sayur di dapur, sisa makanan, daun daunan dll.
Hama
  • Bebeasan (Notonecta)
    Berbahaya bagi benih karena sengatannya.
    Pengendalian: menuangkan minyak tanah ke permukaan air 500 cc/100 meter persegi.
  • Ucrit (Larva cybister)
    Menjepit badan ikan dengan taringnya hingga robek.
    Pengendalian: sulit diberantas; hindari bahan organik menumpuk di sekitar kolam.
  • Kodok
    Makan telur telur ikan.
    Pengendalian: sering membuang telur yang mengapung; menagkap dan membuang hidup-hidup.
  • Ular
    Menyerang benih dan ikan kecil.
    Pengendalian: lakukan penangkapan; pemagaran kolam.
  • Lingsang
    Memakan ikan pada malam hari.
    Pengendalian:pasang jebakan berumpun.
  • Burung
    Memakan benih yang berwarna menyala seperti merah, kuning.
    Pengendalian: diberi penghalang bambu agar supaya sulit menerkam; diberi rumbai-rumbai atau tali penghalang.
Penyakit
Secara umum hal-hal yang dilakukan untuk dapat mencegah timbulnya penyakit dan hama pada budidaya ikan mujair:
  1. Pengeringan dasar kolam secara teratur setiap selesai panen.
  2. Pemeliharaan ikan yang benar-benar bebas penyakit.
  3. Hindari penebaran ikan secara berlebihan melebihi kapasitas.
  4. Sistem pemasukan air yang ideal adalah paralel, tiap kolam diberi satu pintu pemasukan air.
  5. Pemberian pakan cukup, baik kualitas maupun kuantitasnya.
  6. Penanganan saat panen atau pemindahan benih hendaknya dilakukan secara hati-hati dan benar.
  7. Binatang seperti burung, siput, ikan seribu (lebistus reticulatus peters) sebagai pembawa penyakit jangan dibiarkan masuk ke areal perkolaman.
Sumber : http://panduancarabudidaya.blogspot.co.id/2012/10/pemeliharaan-cara-budidaya-ikan-mujair.html

Tips Memelihara Bandeng

Satu komoditas perikanan lain yang memiliki nilai ekonomi tinggi di samping udang yang dibudidayakan di tambak ikan bandeng (Chanos chanos Forsk) baik untuk konsumsi domestik dan ekspor ke negara-negara asing dalam bentuk segar maupun olahan. Bandeng juga Memiliki manfaat ikan bandeng bagi kesehatan.
Kegiatan budidaya ikan bandeng di tambak telah dikembangkan untuk waktu yang lama, hal ini didukung oleh potensi sumber daya alam yang sangat baik, terutama ketersediaan benih ikan bandeng (Nener) baik secara alami atau dari hatchery dalam Keperawatan - Keperawatan Hatchery (Hatchery), tapi produksi dan produktivitas relatif masih rendah.
Rendahnya produksi dan produktivitas antara lain disebabkan terbatasnya pengetahuan dan keterampilan tentang teknis ikan petani ikan budidaya bandeng yang perlu diperbaiki, antara lain, melalui Technical Reference Guide Budidaya bandeng.
Bandeng merupakan ikan yang tinggi protein. Bandeng merupakan ikan yang mengkonsumsi tumbuhan dengan berat rata-rata 0,6 kg pada usia 5-6 bulan. Ada beberapa tahapan dalam budidaya bandeng.

PENGANTAR IKAN BANDENG

Bandeng dalam bahasa Inggris (Chanos chanos), disebut ikan bandeng menetas di laut dalam, setelah menetas 2-3 minggu kemudian bermigrasi ke tepi, pantai dan bakau-bakau dan kembali lagi ke laut tengah untuk berkembang biak. 
Bentuk tubuh bandeng ramping seperti torpedo dan berenang cepat, keperakan putih dan biru dalam sisi kulitnya. ikan ini pemakan tumbuhan plankton ganggang, lumut, klekap (herbivora) yang tumbuh di dasar perairan. Ikan ini dibudidayakan untuk konsumsi rumah tangga dan restoran dalam bentuk susu kari, digoreng, direbus, asap dan panggang.

HABITAT IKAN BANDENG

Bandeng (Chanos chanos) adalah sejenis ikan laut dari Family Chanidae, Ordo Malacopterygii. Namun ikan bandeng diklasifikasikan Euryhalin yang memiliki daya penyesuaian (toleransi) cukup tinggi terhadap perubahan kadar garam (salinitas) mulai dari 0-60 per mil. Selain itu, juga cukup tahan terhadap perubahan suhu tinggi hingga 40 derajat Celcius. 
Bandeng pertama di ketahui hidup di India di laut Fasifik berkerumun di sekitar terumbu pesisir dan pulau tapi ahir-ahir hidup di air payau, danau air tawar. Untuk bandeng pertanian adalah pembesaran lebih cocok dilakukan di tambak air payau untuk menumbuhkan pakan alami dan artificial feeding atau pelet. 
Tingkat pH tanah yang optimal untuk bandeng antara 7-8, dengan kandungan oksigen terlaru 3,5 ppm. Hal ini juga dapat beradaptasi dengan perbedaan salinitas yang ekstrim.
PERSIAPAN
Lokasi kolam bandeng budidaya telah dipilih, antara persyaratan lainnya :
  1. Tanah dapat pasang surut air. Tinggi yang ideal pasang surut adalah 1,5 - 2,5 m. 
  2. Dalam pasang surutnya lokasi lebih rendah di bawah 1 meter pengelolaan air dengan menggunakan pompa.
  3. Air segar tersedia untuk mengatur kadar garam yang cocok untuk pertumbuhan bandeng.
  4. Tekstur tanah yang ideal adalah tanah liat berpasir, karena tanah dapat menahan air sumur.
  5. Lokasi yang ideal ada sabuk hijau (green belt) hutan mangrove ditumbuhi dengan panjang minimal 100 m dari garis pantai.
  6. Keadaan sosial ekonomi untuk mendukung operasi seperti budidaya keamanan yang kondusif.
Dalam hal ini kolam yang disiapkan adalah kolam yang telah ada dan telah berulang kali melaksanakan budidaya dan panen bandeng. jadi kita tidak lagi berbicara tentang pemilihan lokasi (tapak) dan tata letak kolam, 
Petani ikan meskipun tidak benar dalam memenuhi tahapan persiapanbudidaya. mereka memang bisa panen bandeng namun hasilnya kurang maksimal karena langkah-langkah dalam penyusunan kolam ini sering diabaikan atau tidak dilakukan dengan benar. Baca Juga : cara budidaya ikan bawal
Untuk menghasilkan petani memanen tambak bandeng harus mengikuti tahapan sebagai berikut:
Pengeringan Kolam .
  • Air dikeringkan melalui saluran pembuangan
  • Benteng kolam bocor benar disegel dan diperkuat
  • Lumpur cair ditambah atau dibuang di kolam
  • Tampaknya kering tambak retak bawah -retak (2 minggu).
  • Pintu masuk air untuk menghindari kebocoran diperbaiki dalam posisi yang lebih tinggi
  • Pintu drainase posisi yang lebih rendah dan berfungsi untuk pengeringan kolam saat panen bandeng
Pemupukan dan pengapuran dasar tambak
Setelah dasar tambak terlihat retak -retak berikutnya langkah dalah pemupukan dasar tambak
agar mampu menghasilkan kolam bandeng seperti yang diharapkan dalam waktu yang relatif lama menghindari penggunaan pupuk buatan / organik, 
Penggunaan pupuk anorganik hanya bisa berlangsung dalam waktu singkat dan karena itu menggunakan pupuk organik sebagai berikut:
Kompos / pupuk kandang berasal dari dosis 1-3 ton / ha, jumlah kapur 1-2 ton / ha kapur disesuaikan dengan pH tanah.
Siram / ​​organik semprot pupuk cair 4 liter / ha dan selanjutnya pemupukan dilakukan setiap 2 minggu sampai panen.
Setelah pemupukan dasar tambak dilakukan, pengisian air secara bertahap (30%) sampai tiga kali tingkat dari 50 cm. Setelah itu air di biarkan selama 2 minggu
Pada saat air pasang naik masuk cukup tinggi ke kolam air melalui filter pada asupan air (inlet). 
Ketinggian air kolam dipelataran sekitar 10 cm. Lalu pintu tertutup dan asupan air dalam air kolam dibiarkan selama tiga hari, dengan tujuan untuk memperbaiki struktur tanah berada dalam kondisi yang baik untuk pertumbuhan makanan alami. 
Pada saat asupan berikutnya penggunaan air yang terbuat dari saponin (biji teh) untuk pemberantasan hama yang ada di kolam dan merangsang pertumbuhan fitoplankton. 
Setelah diberi saponin, kolam dibiarkan sampai 5-7 hari. Setelah diyakini bahwa berbagai hama di kolam telah mati, pengisian air kembali dilakukan. Pada tahap ini air level 10 cm dipelataran cukup dan dibiarkan selama 3 hari untuk melakukan pemupukan dasar. 
Kemudian setelah itu, penambahan air di dalam kolam dilakukan secara bertahap sesuai dengan pertumbuhan pakan alami (klekap). Pada ketinggian 40 cm air dari air kolam tambak halaman dipertahankan dalam persiapan untuk penebaran ikan.
Ukuran dari 10 cm dengan padat tebar 50 ekor / meter dengan cara kemasan plastik pertama kali masuk ke dalam kolam berisi ikan 1-2 jam hingga suhu air di kolam dan air dalam kemasan yang sama atau tepat untuk menghindari stres ikan.

PEMBERIAN PAKAN

Benih yang baru ditebar harus tetap harus makan cukup makanan ditambak yaitu makanan alami yang sudah tumbuh. Setelah 2 minggu ditaburkan pupuk cair organik lagi untuk menumbuhkan pakan alami.
Memasukkan kompos / pupuk kandang dengan melubangi ke dalam goni plastik dan dimasukkan ke dalam kolam untuk menumbuhkan pakan alami untuk menekan penggunaan pakan buatan dapat mengurangi biaya produksi.
Makanan buatan disesuaikan dengan kondisi pakan alami di dalam tambak dapat dilakukan setelah 3 bulan di peternakan ikan panen bandeng dalam ukuran yang diharapkan sesuai dengan kebutuhan pasar lokal atau lokal.

PANEN IKAN BANDENG

Panenen Bandeng dapat dilakukan dengan dua cara:
Harvest Selektif: yaitu dengan pengeringan / menghilangkan air dari kolam sebanyak 70% maka menyeser dengan jaring ikan diurutkan / ikan yang dipilih dipanen besar atau ikan memenuhi ukuran yang diharapkan dan kemudian dijual ke pasar atau pedagang.
Total panen: panen tersebut dilakukan secara bersamaan atau pada saat yang sama besar dan kecil semua dipanen dan dijual ke pasar atau ke pedagang ikan.

Sumber : http://www.seputarikan.com/2014/05/budidaya-ikan-bandeng.html

Cara melihara Ikan Koki

Cara Merawat dan memelihara  ikan mas koki di aquarium - Ikan maskoki memiliki tanda-tanda yg khas yaitu sangat riskan pada kandungan ammonia terlarut di di air. tentang inilah yang kerapkali buat persepsi di grup usia pengagum ikan hias bahwa pelihara ikan mas koki itu susah lantaran mudah mati.
Untuk mengatasi masalah lantaran kandungan amonia terlarut itu, ada 2 hal yang dapat ditangani :
Menetralkannya, atau ganti airnya. menetralkan kandungan ammonia dapat memakai biofiltrasi
Menumbuhkan lumut air, yg bisa menyerap zat yg dapat meracuni ikan itu (Baik dalam usaha budidaya)
Siapa yang tidak kenal dengan ikan mas koki, ikan yang gendut serta lucu ini memanglah adalah binatang peliharaan yang paling popular serta sangatlah disukai.
Penggunaan gelembung hawa lantaran ikan koki sangatlah memerlukan oksigen dalam akuarium, namun dalam memilihnya sesuai bila letak akuarium dikamar upayakan membelinya yang ukuran kecil agar tak berisik serta tak mengganggu waktu tidur. Paling akhir, pencahayaan sangatlah utama lantaran kurang menarik bila tak ada sinar dalam akuarium.
 Tersebut disini beberapa langkah untuk menjaga Ikan mas Koki :
Ikan koki sangatlah memerlukan gelembung hawa jadi akuarium mesti ada air pump (penghasil gelembung hawa akuarium). Bila memakai beragam hiasan akuarium atau alas (pasir atau batu-batuan) cucilah terlebih dulu hingga betul-betul bersih serta air tak keruh.
Beri makan cukup 1x satu hari serta janganlah terlampau banyak (bergantung jumlah ikan yang dipunyai) agar ikan lebih agresif.
Biofiltrasi
Teknik biofiltrasi yg baik datang dari pengagum ikan koi. kunci dari teknik ini. Yakni penggunaan media filtrasinya. diantara media paling baik yakni memakai matt sintetis buatan jepang, yg saat ini banyak dijumpai di toko ikan hias.
Manfaat dari media ini bisa lakukan penyaringan kotoran ikan serta menahannya, hal semacam ini bisa merangsang perubahan dari bakteri nitrobacter didalamnya. Aerasi yang dipakai harus cukup banyak dan saat biofilter itu telah jalan, jadi environment akuarium/kolam ikan itu sudah jadi stabil.
Untuk hobyis yg malas kuras air akuarium, cara ini yang pasti sangat cocok, karena tak memerlukan pengurasan air yang terus-terusan. namun sekianlah kekurangan yg ada yakni bahwa dengan air tak dahulu ditukar, menyebabkan zat/mineral yg diperlukan ikan jadi kurang, lantaran zat itu ada di di air yang masih tetap baru, hingga dapat menyebabkan ikan warnanya jadi kurang cerah. Teknik ini bisa dibarengi dengan pergantian air parsial secara teratur.
Menguras air akuarium seputar sebulan sekali (bergantung berapakah lama air bisa bertahan)
Ketika kuras akuarium saat sebelum dibuang ambillah dulu seputar satu gayung air yang ada di akuarium. Lantas ambillah ikan koki memakai jaring atau jala (janganlah gunakan tangan).
Tempatkan ikan di air akuarium yang telah di ambil dalam gayung, lalu bersihkan akuarium dapat dengan sikat atau spon pembersih.

Bila telah, isi kembali akuarium dengan air baru, lalu masukkan ikan koki berbarengan dengan air yang masih tetap ada di gayung tadi. Hal semacam ini untuk menghindar ikan koki stress serta agar dapat cepat penyesuaian lagi. Ulangilah beberapa langkah di atas dengan cara berkala serta teratur.

Cara Memelihara Ikan Koi

Merawat dan memelihara Ikan Koi yang baik suatu keharusan bagi hobiis. Pokok dasar yang perlu diketahui adalah kolam yang cocok, air yang sesui dan teknik pemberian pakan.


Kolam Ikan Koi Yang Cocok


Ikan Koi bisa di pelihara di kolam semen, kolam tanah, kolam taman. Memeliharaan ikan koi dalam aquarium tidak dianjurkan. Karena koi membutuhkan areal berenang luas dan dalam. Selain itu, keindahan koi terletak pada punggung  berwarna warni. Kalau dipelihara dalam aquarium keelokan tubuh dan warna tidak terlihat maksimal.

Ukuran kolam koi dianjurkan minimal  1,5m x 2m dalaman 80-50cm. Jika kolam telalu dangkal, badan ikan akan terus-menerus kena sinar matahari. Terlalu banyak kena sinar matahari dapat merubah warna tubuh koi jadi pucat dan pertumbuhan terhambat.

Perlu diperhatikan jarak air ke bibir kolam minimal 25cm berguna untuk mencegah koi melompat ke daratan. Kolam harus dilengkapi saluran pembuangan di bagian bawah. Di bagian atas kolam dipasang pipa untuk menyalurkan air bersih yang telah diendapkan.

Air Untuk Ikan Koin Yang Baik


Filter empat lapis perlu dipasang untuk menjaga kebersihan dan kelancaran pasokan air. Filter empat lapis adalah

- Filter pertama terdiri dari kerikil, pasir, dan ijuk berfungsi menyaring sampah dan Lumpur yang mengotori kolam.
- Filter kedua berupa karbon zeolit berfungsi menghilangkan racun, bau tak sedap, dan membunuh bibit penyakit.
- Filter ketiga berupa pestisida yang tak mematikan bakteri pengurai yang berperan dalam proses penjernihan air kolam.
-Filter keempat berupa tanaman atau bebatuan yang dapat mengikat kotoran.

Derajat keasaman (pH) air yang cocok untuk pertumbuhan koi adalah 6,5-8,5. Untuk menjaga sirkulasi air bisa dipasang pompa yang mampu menyalurkan air sebanyak 25 liter per menit. Dengan cara ini, air kolam tak perlu sering dibersihkan, tapi perlu membersihkan filter dan bak filter. Caranya, semprot filter dengan air bersih sekitar 5-10 menit.

Bila menggunakan penyaring ini, sebaiknya penggantian air lakukan dua minggu sekali. Tujuannya untuk membuang zat-zat racun dari sisa-sisa makanan yang terurai menjadi nitrit berbahaya bagi kesehatan ikan.

Cara Pemberian Pakan Ikan Koi


Pakan berfungsi untuk membentuk tubuh ideal dan mencemerlangkan warna pada ikan koi, juga sebagai media perantara untuk mengobati ikan koi yang sakit. Jenis pakan yang diberikan bisa berupa pakan alami atau pakan buatan. Pakan tersebut mengandung gizi seimbang sesuai dengan kebutuhan ikan koi. Pakan sebaiknya diberikan dua kali sehari, pagi dan sore agar kebutuhan gizi ikan terpenuhi.

Jenis pakan yang digunakan untuk memacu pertumbuhan ikan koi agar tubuh ideal adalah wheat germ. Pakan terbuat dari bahan yang mengandung protein tinggi seperti, gandum, tepung udang, tepung ikan, dan bungkil kacang kedelai.

Kandungan protein sekitar 32%. Selain itu wheat germ juga mengandung vitamin A,D,E,K,B2,B6,B12, niasin, vitamin C dan unsur-unsur mineral lain seperti kalsium, choline chloride, panthetonate, trace mineral, dan antioksidan.

Sementara, pakan untuk mencemerlangkan / mempertajam warna koi adalah pakan mengandung zat karoten. Zat tersebut dapat merangsang munculnya warna pada ikan koi. Secara alami di dalam tubuh ikan koi terdapat zat karoten berupa antaxanthin menghasilkan warna merah, dan lutein menciptakan warna kuning kehijauan.

Pakan ikan koi yang mengandung zat karoten diantaranya; wortel, alga atau ganggang Spirullina, dan Chlorella, semangka, sawi, kubis dan cabai hijau. Sedangkan pakan dari hewan bisa diberikan kepiting, udang-udangan, krill, trout, salmon, kutu air, jentik nyamuk, cacing rambut, dan cacing darah. menurut sumber peluangusaha-oke.com

Dengan memelihara ikan koi yang baik yaitu memperhatikan kolam ikan yang cocok, kualitas air dan pemberian pakan yang tepat siapa tahu koi hobiis jadi juara, semoga.

Sumber : http://budidayausaha.blogspot.co.id/2013/05/cara-merawat-dan-memelihara-ikan-koi.html

Tips Memelihara Kucing

Ingin memelihara kucing anggora, tapi belum bisa cara merawatnya? Tenang saja, merawat jenis kucing anggora ini cukup mudah kok. Kita hanya perlu meluangkan beberapa jam dalam sehari untuk perawatan kucing peliharaan kita. Berikut beberapa tips dalam merawat kucing anggora.

Makanan dan Minuman Untuk Kucing

Kita harus memperhatikan makanan dan minuman untuk kucing anggora kita. Ada banyak sekali produk makanan untuk kucing anggora. Kita harus menyeleksi produk makanan apa yang baik untuk kucing peliharaan kita. Karena tidak semua produk makanan itu baik untuk si kucing. Biasanya, produk makanan yang berkaleng (makanan basah) tidak baik untuk kesehatan si kucing. Makanan kalengan ini dapat berpengaruh terhadap bulu dan umur kucing peliharaan kita. Kita pasti tidak ingin kan kucing kesayangan kita bulunya rusak atau cepat mati. So, perhatikanlah makanannya dan usahakan berikan makanan yang kering saja.
Untuk minumannya, kita bisa memberikan kucing peliharaan kita air yang sudah matang atau dimasak. Sesekali kita bisa memberikan kucing peliharaan kita susu. Namun jangan terlalu sering karena tidak bagus untuk kesehatan kucing. Selain itu, jangan berikan juga susu untuk manusia. Karena susu untuk manusia mengandung lactobasilus yang mengakibatkan kucing mencret. Berikanlah susu yang khusus untuk kucing, seperti royal canin.

Membersihkan Kandang Kucing

Ketika kita memutuskan untuk memelihara kucing anggora, kita harus siap juga untuk merawat kucing peliharaan kita, khususnya kandang kucing. Karena kandang kucing anak menimbulkan berbagai penyakit yang menyerang kucing peliharaan kita jika kandang kucing tidak dibersihkan secara rutin.
Kita bisa membersihkan kandang kucing peliharaan kita seminggu sekali. Jangan lupa gunakan desinfektan untuk membersihkan kandang kucing.Selain itu, tempat dan pasir yang digunakan untuk membuang kotoran kucing juga harus dibersihkan. Kalau tempat dan pasir tempat buang kotoran tersebut harus dibersihkan setiap hari karena jika tidak dibersihkan, maka akan mengeluarkan bau yang tidak sedap dan dapat menimbulkan berbagai penyakit pula bagi kucing peliharaan kita.
Ukuran kandang kucing juga harus diperhatikan agar kucing peliharaan kita merasa nyaman. Ukuran kandang harus disesuaikan dengan berat dan ukuran kucing. Jika kita kurang faham menganai hal ini, kita bisa langsung bertanya di pet shop terdekat.

Membersihkan Kucing

Untuk menjaga kecantikan dan keanggunakan kucing anggora kita, kita harus menyediakan waktu untuk membersihkan kucing peliharaan kita. Sisirlah bulu kucing setiap hari. Hal ini bertujuan untuk meluruskan bulu kucing dan mengambil bulu-bulu yang sudah mati. Karena, jika bulu yang sudah mati tidak diambil, maka bulu kucing akan kusut atau gimbal. Selain itu, bulu yang sudah mati juga dapat menyebabkan hairball (gumpalan bulu yang masuk di dalam saluran pencernaan). Hal ini bisa terjadi saat kucing menjilati badannya, bulu-bulu yang sudah mati tersebut bisa masuk ke dalam mulut kucing dan tertelan.
Selain menyisir bulu kucing, kita juga perlu memandikan kucing peliharaan minimal dua minggu sekali. Alangkah baiknya, jika kita mempunyai banyak waktu luang, kita bisa memandikan kucing peliharaan kita satu minggu sekali. Namun, sebelum memandikan, kita lihat terlebih dahulu kondisi kucing dan cuacanya agar kucing kita tidak kedinginan.

Memeriksakan ke Dokter Hewan dan Memberikan Vaksin

Tidak hanya manusia saja yang diberikan vaksin, kucing juga perlu diberikan vaksin untuk menjaga daya tahan tubuh si kucing. Biasanya, kucing pertama kali diberi vaksin pada umur sekitar 8-9 minggu. Namun, sebelum memberikan vaksin kepada kucing peliharaan kita, kita perlu memperhatikan kesehatan kucing kita. jika kucing kita kurang sehat atau tubuhnya sedang lemah, maka pemberian vaksinasi bisa ditunda sampai kucing kita benar-benar sehat.
Vaksin yang perlu diberikan kepada kucing peliharaan kita antara lain: vaksin herpes, vaksin leukemia, dan vaksin rabies. Jika kucing kita tidak diberikan vaksin, daya tahan tubuh kucing kita kemungkinan besar akan lemah dan lebih mudah terserang virus karena daya tahan tubuh tidak mampu melawan virus tersebut. Akibatnya adalah kucing akan mati, bahkan yang membahayakan adalah jika kucing kita terkena virus rabies yang dapat menular ke orang ada di sekitar kucing tersebut.

Sumber : http://www.duniaq.com/cara-merawat-kucing-anggora-dengan-benar/

Digigit Anjing?? Begini Cara Mengatasinya.

Saat digigit anjing, salah satu hal yang paling dikhawatirkan adalah kemungkinan tertular virus rabies dari air liur anjing.
Penyakit rabies adalah infeksi fatal yang mempengaruhi sistem saraf mamalia termasuk anjing, kucing dan manusia. Hal ini menyebabkan peradangan akut otak. Virus itu menyebar melalui air liur hewan yang terinfeksi.
Berikut ini adalah cara pertolongan pertama yang perlu anda lakukan ketika tiba-tiba mengalami gigitan anjing sebagaimana yang dikutip dari laman Boldsky:
Pertama
Cuci segera luka bekas gigitan anjing menggunakan air beberapa kali. Proses ini akan menghilangkan semua bakteri dan kuman. Untuk lebih baik lagi, gunakanlah sabun antibakteri juga.
Kedua
Tekanlah area luka karena digigit anjing untuk menghentikan pendarahan yang mungkin terjadi.
Ketiga
Untuk mencegah infeksi akibat gigitan anjing, maka oleskan krim antibiotik.
Keempat
Balutlah luka dengan perban untuk mencegah serangan bakteri dan juga memberikan bantuan penyembuhan secara cepat.
Kelima
Lakukanlah suntik tetanus, dan bila luka itu besar, maka carilah bantuan tenaga medis.

Sumber : http://kabarimbo.com/cara-pertolongan-pertama-saat-seseorang-digigit-anjing/