Cara Memelihara Tikus Putih

tikus putih merupakan hewan yang masih kerabat dengan hamster namun tikus putih memiliki kelebihan di mana tikus pitih ini memiliki bulu yang putih dan juga lebih jinak dan bersih jika di bandingkan dengan tikus lain seperti tukus rumah, tikus got dan tikus lainnya yang terbilang jorok dan kotor karena hidup di daerah yang sangat kotor seperti selokan dan tempat sampah.

 Tikus putih juga sering di gunakan di laboratorium sebagai bahan percobaan karena anatomi tubuh tikus yang sangat mudah di mengerti dan anatomi bagian dalam tikus menyerupai manusia di mana memiliki jantung dan juga paru paru dll. Tikus putih juga sangat cantik jika di jadikan binatang peliharaan dan harga tikus ini pun sangatlah murah karena biasanya tikus ini juga di jadikan sebagai makan ular bagi para pecinta ular. Namun bagaimanakah memelihara tikus putih yang baik dan benar untuk pemula? Berikut kita akan membahas tips memelihara tikus putih untuk pemula:


1. Kandang
Untuk kandang tikus putih tidaklah perlu kandang yang terlalu besar kita bisa menggunakan kandang berupa kardus atau akuarium bekas atau kandang burung yang terbuat dari kawat. Di dalam kandang kita bisa meletakkan berupa aksesoris seperti sisa pipa sebagai tempat tikus untuk bermain atau bersembunyi atau bisa juga kita meletakkan kayu bekas di dalam kandang, jangan lupa beri lantai kandang bubuk kayu agar kandang semakin nyaman dan juga serbuk kayu berguna untuk menyerap air seni dari tikus agar tidak terlalu berbau pesing dan becek di dalam kandang

2. Makanan tikus putih
Untuk memberi makan yang terbaik pada tikus putih anda dapat memberi berupa remah roti atau anda bisa membeli makanan tikus putih ini di petshop terdekat , namun dalam memberi makan tikus putih anda harus teratur agar tikus putih semakin gemuk dan jangan lupa memberi air minum di dalam kandang sebagai media buat tikus minum dan juga mandi.

3. Perhatikan suhu kandang
Suhu kandang dalam tikus haruslah netral dan jangan terlalu panas atau dingin karena tikus tidak mnyukai daerah yang panas atau dingin hal ini dapat membut tikus tidak nyaman dan sifat panas di dalam kandang akan membuat tikus dehidrasi dan juga membuat tikus menjadi stres. Maka dari itu pastikan selalu suhu di dalam kandang tikus tidak terlalu panas dan dingin untuk menjaga suhu kandang tidak terlalu panas anda dapat memberi ruang fentilasi pada kandang hamster untuk menjaga sirkulasi udara di dalam kandang.

Nah itulah dia sedikit tips memelihara tikus putih, jika sobat sekalian ingin membeli tikus putih anda da[at membelinya di petshop terdekat di kota anda atau jika anda ingin membeli tikus putih secara online anda dapat mencarinya di situs-situs penjualan hewan namun pastikan situs tersebut terpercaya dan sudah terkenal agar menghindari hal yang tidak di inginkan. Jika anda ingin memelihara hamster anda dapat melihat tutorial hamster di situ ini sebagai referensi bagi sobat dalam memelihara hamster.

Cara Memelihara Burung Hantu Anakan

Cara memelihara anakan burung hantu
Akhir-akhir ini burung hantu memang makin banyak diminati. Memang burung yang aktif di malam hari ini memiliki daya tarik dan keunikan tersendiri.
Burung hantu dikenal karena matanya yang besar dan menghadap ke depan. Berbeda dari burung lain yang matanya menghadap ke samping. Bersama paruh yang bengkok-tajam seperti paruh elang, dan susunan bulu di kepala yang membentuk lingkaran wajah, rupa burung hantu sangat ’’mengesankan’’ sekaligus menyeramkan
Lehernya sangat lentur, sehingga wajah dapat berputar 180 derajat ke belakang. Sejauh ini, citra burung hantu bagi sebagian masyarakat cenderung negatif. Kalau terdengar suaranya di pekarangan rumah di senja hari, pemilik rumah lekas-lekas mengusirnya dengan cara membakar tikar usang di bawah pohon tempatnya bertengger. Namun sudah saatnya citra itu dibuang jauh-jauh. Karena, ternyata burung hantu itu bisa dijinakkan
Daya tarik burung hantu sebagai satwa hias justru pada fisiknya yang lain dari burung hias pada umumnya. Selain fisiknya, dia juga memiliki kesan antik. Kesan itu muncul karena bulu-bulunya berwarna cokelat kusam, seperti perabot antik dari kayu jati yang sudah berumur ratusan tahun. Keunikannya ditunjang bentuk muka yang aneh seperti kucing, dan kedua matanya yang bulat.
Prinsip utama menjinakkan satwa ini adalah menciptakan ketergantungan kepada pemiliknya, terutama dalam hal pakan. Karena itu, bila sejak kecil diberi pakan sehingga, maka burung hantu merasa tergantung kepada pemilik dan akan menjadi satwa yang jinak. Memelihara burung hantu juga tidak serepot yang dibayangkan, meski ia termasuk burung malam pemakan daging yang cara hidupnya belum banyak diketahui. Makanan kegemarannya sudah pasti tikus. Mencari tikus rumah untuk umpan burung ini tentu repot sehingga bisa diganti tikus putih yang banyak dijual di pasar-pasar burung.
Kalau tikus putih sebagai pakan burung hantu pun sulit diperoleh, Anda bisa menggantinya dengan lele dumbo yang harganya murah dan mudah diperoleh di pasaran. Seekor burung hantu dewasa bisa diberi 1-2 ekor lele dumbo setiap malam.
Bagi kalian yang masih keberatan dengan makanan burung hantu yang memang bisa dibilang mahal, maka kalian bisa saja memelihara burung hantu jenis celepuk. Khusus burung hantu jenis ini, makannya adalah jangkrik. Jadi, kalian ga perlu merogoh kocek dalam-dalam. Cukup Rp 2.000,- bisa buat makan 1 minggu. (Kalo masih kemahalan ga taw lagi deh gue)
Burung hantu cukup diberi makan 1 hari 1 - 2 kali saja pada waktu senja dan malam. Tidak perlu memberi makan pada siang hari. Biarkan dia beristirahat di siang hari.
Untuk perawatan kandang burung hantu sangatlah mudah. Hanya perlu dibersihkan 1 minggu sekali. Dan jangan lupa si burhan juga dimandikan setiap kali kalian mencuci kandangnya (biar ga bau hehe..) Buat yang memelihara burhan yang jenisnya besar alias yang bukan celepuk ada baiknya jika menggunakan kandang anjing ato kucing. Jadi si burhan bisa gerak-gerak buat pelemasan otot gitu. Biar ga capek. smile emoticon
Sumber :
http://apamengapadanbagaimana.blogspot.com

Tips Memelihara Kuda

Di negeri ini, kuda banyak dimanfaatkan sebagai sarana transportasi, wisata, dan diambil susu maupun dagingnya. Di beberapa kota atau daerah, kuda sudah dimanfaatkan untuk pacuan.

Kuda, yang bahasa latinnya Equus caballus atau Equus ferus caballus. Hewan ini telah lama menjadi salah satu hewan ternak yang penting secara ekonomis, dan telah memegang peranan penting dalam pengangkutan orang dan barang selama ribuan tahun.
Umur kuda dapat mencapai 25 tahun. Kuda betina biasa dikawinkan pada umur dua tahun. Setelah melewati masa reproduksi, kuda akan mengandung selama enam bulan.
Kuda piaraan ini banyak jenisnya, antara lain Kuda Arab, Kuda Sumbawa, Kuda Australia, Kuda Inggris, dan Kuda Mustang yang berasal dari Amerika Utara. Jenis-jenis kuda ini adalah jenis unggulan yang bernilai tinggi di pasaran.
PERAWATAN KUDA
Untuk perawatan rutin kuda, dilakukan secara khusus seperti mandi 2 kali sehari. Sedangkan makanan juga diramu khusus baik dari makanan lokal maupun makanan nutrisi tambahan. Makanan diberikan 2 kali dalam sehari.
Sumber energy yang dibutuhkan kuda berasal dari carbohidrat pada tanaman forages (cellulosa) rumput-rumputan, biji-bijian (grain), protein dan lemak. Rumput hijau memiliki kandungan energi dan nutrisi lebih tinggi dibanding yang sudah tua dan kering. “ Tiap hari untuk satu ekor kuda menghabiskan 6 kg pakan, sedangkan untuk rumput hijau merupakan makanan ringan saja bagi kuda”,
Ransum kuda sehari-hari terdiri atas rumput hijau (forages), biji-bijian, serta mineral yang dibutuhkan. Biji-bijian (grain) bisa dari jagung giling, bekatul, bren, oats, padi dll. Baik dalam bentuk pecah giling ataupun berupa pellete.
Air bersih yang tidak terkontaminasi harus diberikan sebagai asupan sehari-hari secara bebas sesuai kebutuhannya, kuda membutuhkan air untuk proses metabolisme, sebagai pengganti keringat yang keluar saat bekerja atau berlari. Namun pemberian air ini diatur setelah melalui proses pendinginan badan, kira-kira 1 jam setelah kerja atau lari selesai. Berikan rumput setelah kuda selesai berlari sampai suhu badan betul-betul dingin normal kembali baru diperbolehkan minum air. Pemberian air setelah kerja keras dilakukan dapat menyebabkan gangguan seperti munculnya cholic dsb.
Pada kandang yang dipakai alasnya adalah serbuk gergaji kayu. Fungsi dari serbuk kayu disamping bisa menyerap kotoran, serbuk kayu juga bisa menghilangkan bau. Untuk kuda sendiri juga bisa terasa lebih hangat.
“Dalam perawatan kuda biaya yang diperlukan per bulannya sekitar 2 juta rupiah/ekor. Sedangkan untuk kuda pacu Juara bisa sampai 15 juta per bulannya. Ini karena perlu perawatan super intensif. Mulai dari makanannya yang khusus dibandingkan kuda yang lain, kemudian kunjungan dokter hewan dalam pemeriksaan kesehatan secara rutin dan berkala. Kemudian belum lagi untuk pelatihan tiap harinya untuk dijadikan kuda pacuan,” 
Kuda merupakan hewan yang memiliki nilai tersendiri bagi pemiliknya. Selain merupakan hewan kesayangan, kuda juga dinilai sebagai hewan ‘prestisius’ yang berkaitan dengan gengsi dan martabat seseorang. Oleh karena itu, kehadiran dan kelahiran kuda baru sangat didambakan oleh setiap peternak kuda.