Para hobiis ikan hias pasti kenal ikan
yang satu ini, dialah guppy. Ikan yang bernama latin Poecilia
Reticullata ini merupakan ikan yang mudah berkembang biak. Habitat ikan
ini adalah di danau atau sungai yang alirannya tenang. Ikan jenis ini
juga dapat bertahan hidup di air payau yang memiliki kandungan garam
yang tinggi.
Aslinya, guppy berasal dari wilayah Amerika Tengah dan Selatan. Masuk
ke Indonesia pada tahun 1920 sebagai ikan akuarium. Lalu pergi ke alam
liar dan berkembang biak dengan cepat. Ikan jenis ini sangat mudah
ditemukan di hampir semua air tawar di Indonesia. Guppy adalah salah
satu ikan yang populer sebagai ikan akuarium yang memiliki keindahan
warna dan bentuk sirip yang indah.
Budidaya ikan guppy tidak memerlukan infrastruktur yang mahal. Cukup
dengan peralatan yang sederhana, Anda sudah dapat mengembangbiakkan ikan
ini.
Bagi Anda yang tertarik membudidayakan ikan guppy, perhatikan 8 langkah budidayanya berikut ini. Selamat menyimak..
1. Peralatan Budidaya. Peralatan
yang dibutuhkan untuk budidaya ikan guppy diantaranya adalah wadah atau
tempat seperti akuarium, aerator dan tanaman air. Ukuran wadah dapat
disesuaikan dengan jumlah ikan yang dibudidayakan. Sedangkan ketinggian
wadah minimal 30 cm, kecuali untuk tempat pembibitan yang memerlukan
ketinggian wadah sekitar 50 cm.
2. Proses Pemilihan Indukan. Perbedaan
guppy jantan dan betina dapat dilihat dari penampilan fisiknya. Guppy
betina fisiknya lebih bulat dengan warna yang cenderung kusam dan tidak
memiliki sirip yang menjumbai. Sementara guppy jantan memiliki warna
yang kontras dan bercahaya, tubuh lebih langsing dengan sirip
menjumbai. Selain itu, betina memiliki ukuran tubuh ikan yang umumnya
lebih besar daripada pejantan.
Indukan guppy yang siap untuk pemijahan setidaknya usia 4 bulan.
Untuk mendapatkan hasil yang baik pilih indukan unggul, karena warna dan
bentuk ikan guppy sangat ditentukan oleh faktor genetik.
3. Pemisahan Indukan. Sebelum
pemijahan, pejantan dan betina dipisahkan terlebih dahulu. Pejantan dan
betina ikan guppy di tempatkan dalam wadah terpisah. Wadah diisi dengan
air dan diganti setiap 3 hari sekali. Penggantian air tidak perlu semua,
hanya menghabiskan sepertiga dari air dan tambahkan dengan air yang
baru.
Berbeda dengan proses perkawinan pada umumnya, pemisahan dilakukan
sembari memrikan ikan makan dengan kulitas yang tinggi bertujuan untuk
menghasilkan banyak sperma untuk pembuahan. Berikan makan guppy sebanyak
2 kali sehari.
4. Proses Pemijahan. Sebelum
pemijahan berlangsung, Anda harus menyiapkan wadah terlebih dahulu.
Wadah pemijahan diisi dengan air bersih yang telah diendapkan minimal
24 jam, dan kedalaman air yang harus disiapkan sekitar 25 cm. Padat
penebaran ikan tidak lebih dari 30 individu/100 liter air. Untuk ukuran
akuarium lebar 1 x 0,5 meter, cukup untuk menampung 10 pejantan dan 20
betina ikan guppy.
Jika memungkinkan, Anda pun dapat menyediakan tanaman air seperti
hydrilla untuk tempat ikan bercumbu. Pemijahan ikan dapat dilakukan
satu-satu atau dalam jumlah besar. Komposisi pemijahan antara pejantan
dan ikan betina biasanya 1: 5. Tapi jika Anda ragu semua perempuan
dibuahi, komposisi dapat diubah 1: 2.
Teknisnya, masukkan induk betina pertama di pagi hari. Kemudian pada
sore hari bisa menempatkan induk jantan. Pada pemijahan, tidak semua
ikan bertelur pada hari yang sama. Biasanya proses pemijahan dibiarkan
berlanjut selama 4-7 hari.
5. Proses Penetasan. Wadah
penetasan telur harus diisi dengan air bersih bersih dan diberi aerasi.
Pemberian aerasi sebaiknya tidak terlalu kuat agar tidak mengganggu
larva ikan. Kualitas air harus dijaga dengan mengganti air dengan air
yang baru ketiga setiap 1-3 hari. Pakan tang disiapkan untuk indukan
guppy sebaiknya daphnia atau moina. Proses pemijahan sampai kelahiran
berlangsung 3-4 minggu.
Ciri-ciri ikan guppy bunting dapat dilihat setelah 2 minggu proses
pemijahan. Tandanya terdapat daerah gelap di bagian bawah anus. Jika
tidak ada karakteristik hamil, sebaiknya Anda mengambil indukan untuk
proses pemijahan ulang.
Ikan guppy betina memiliki kemampuan untuk menyimpan sperma dalam
tubuhnya. Sehingga perempuan bisa hamil sampai 1-3 kali dalam satu
konsepsi. Waktu yang diperlukan dari pertama kehamilan kehamilan
berikutnya sekitar 1-5 minggu.
6. Pendederan Benih. Kolam
harus ditempatkan di ruang terbuka. Sinar matahari diperlukan untuk
membentuk warna yang cemerlang pada ikan guppy. Proses ini dapat
dilakukan di akuarium berukuran 1 x 1 x 0,5 meter atau 2 x 2 x 0,5
meter. Tambahkan tanaman air seperti hydrilla atau enceng gondok sebagai
tempat berlindung ikan.
7. Pemberian Pakan. Untuk ikan yang baru menetas
tidak perlu di berikan makan tambahan terlebih dahulu karena masih
terdapat sisa makan yang masih menempel di perutnya selama kurang lebih
3-5 hari. Setelah itu, benih dapat diberikan makanan tambahan berupa
artemia atau kutu air (daphnia dan moina) yang telah disaring. Setelah
lebih dari 20 hari, anakan guppy dapat di beri kuning telur rebus dan
cacing sutra.
8. Ikan Siap Dipelihara Dalam Akuarium. Anakan
ikan guppy yang sudah berumur 20 hari dapat dibedakan antara pejantan
dan betinanya. Biaanya, ikan guppy jantan lebih prospek dijual sebagai
ikan hias. Sedangkan ikan betina yang digunakan sebagai indukan
diistirahatkan. Ikan Guppy bisa dikatakan matang dan mampu bersaing
dengan kawanan setelah usia 1 bulan.
Keberhasilan budidaya ikan guppy ditentukan oleh jumlah kelahiran
ikan jantan. Karena hanya ikan jantan menarik sebagai ikan hias
akuarium. Guppy jantan memiliki sirip yang lebar dan warna yang menarik
dari guppy betina. Tertarik memeliharanya?


Post a Comment